Mengenal Seasonal Affective Disorder: Perubahan Mood yang dipengaruhi Cuaca
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 832 kali
Seasonal Affective Disorder (SAD) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan episodik depr... ..
oleh R. Hardyanta, dibaca: 202 kali
Sebenarnya, keduanya sangat terkait satu sama lain. Terkadang hal-hal kecil yang sedikit kurang nyaman terjadi pada tubuhmu tidak terlalu kentara atau kurang dianggap, padahal pikiranmu butuh perhatian lebih dari yang sudah kamu berikan.
Oleh karena itu “dengarkanlah” apa yang dikatakan oleh tubuhmu. Berikut ini adalah tanda-tanda yang bisa kamu perhatikan.
1. Kamu merasakan kelelahan atau capek.
Secara normal, hormon stress atau kortisol memberikan dorongan energi kepada tubuhmu pada saat kamu membutuhkannya. Namun, bila kamu terus-terusan memproduksi atau melepaskannya maka energimu akan habis.
Jadi, bila kamu tidur dimalam hari secara normal, namun kamu tetap merasakan kelelahan sepanjang hari, bisa jadi tubuhmu sedang memberi peringatan bahwa kamu sedang stress.
2. Kamu sering sakit kepala
Apakah kepalamu sering pusing akhir-akhir ini? Apakah kamu juga mengalami migren sepanjang minggu? Studi menunjukan bahwa stress, cemas dan depresi dapat memicu sakit kepala atau bahkan bisa membuat sakit kepala semakin parah
3. Kamu mengalami kerontokan rambut.
Pernahkan kamu perhatikan, semakin banyak rambutmu yang rontok dan terkumpul di saluran air setiap kali kamu mandi?
Penelitian menunjukkan bahwa ketika kamu sedang stress, otakmu akan memproduksi kortisol. Pelepasan kortisol tersebut dapat menurunkan zat gizi yang ada di folikel rambut, yang artinya kamu mengalami kerontokan rambut lebih banyak daripada keadaan normal.
4. Wajahmu tiba-tiba berjerawat atau muncul bercak.
Bila kamu sedang mencoba bergumul dengan banyak pekerjaan dan tanggung jawab, mungkin kamu akan melihat munculnya jerawat di wajah dengan cara yang tidak biasa.
Hormon kortisolmu akan meningkat dan dilepaskan, menyebabkan wajahmu berjerawat, dan mungkin tidak akan hilang begitu saja sampai kamu mulai memperhatikan dan mengelola kesehatan mentalmu, sekalipun kamu rutin melakukan perawatan kulit.
5. Perutmu sakit atau nyeri
Bisa jadi itu semacam gangguan nyeri di perutmu atau kamu merasakan mual sepanjang hari. Studi menunjukkan bahwa ketika system saraf sedang mencoba mengelola pesan yang dikirimkan oleh otakmu, system pencernaanmu terdampak menjadi tidak sesuai dengan fungsinya.
6. Kamu susah tidur
Jadi ketika kamu mengalami kelelahan sepanjang hari dan tetap sulit untuk tidur pada malam hari karena pikiranmu tidak berhenti bekerja atau terus terpacu dengan banyak masalah.
Bila kamu mengalami masalah tidur bahkan bila hanya satu atau malam saja dapat berdampak pada tubuhmu secara keseluruhan.
7. Jantungmu berdebar-debar.
Ketika kamu sedang stress, tubuhmu akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, menyebabkan denyut jantungmu berdetak dengan kencang. Sampai mungkin kamu merasakan nyeri di dada.
Mungkin saja kamu belum sadar apa yang bisa diakibatkan oleh stress pada tubuhmu, namun denyut jantung yang kencang dan nyeri di dadamu bisa jadi sebuah tanda peringatan.
Apakah kamu masih berpkir bahwa gangguan yang terjadi pada tubuhmu tidak ada kaitannya dengan kondisi kesehatan mentalmu? Hhm.
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 832 kali
Seasonal Affective Disorder (SAD) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan episodik depr... ..
oleh RomanBlu, dibaca: 2116 kali
Kuesioner SCL-90 atau The Symptom Check List 90 sudah banyak dikenal dan banyak digunakan untuk mengidentifikasi adan... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 989 kali
Hustle-culture telah menjadi fenomena yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan mil... ..