Mengenal Seasonal Affective Disorder: Perubahan Mood yang dipengaruhi Cuaca

image

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 315 kali

Seasonal Affective Disorder (SAD) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan episodik depresi yang terjadi secara musiman dan berulang. Selain depresi, SAD juga bisa menggambarkan keluhan afektif lainnya. Misalnya mania atau hipomania, yang terjadi musiman. Sering kali, keadaan ini muncul pada bulan-bulan di mana paparan sinar matahari berkurang. Misalnya saat musim gugur atau musim dingin dan membaik kembali saat musim semi tiba. Meski demikian, keadaan ini juga dapat ditemukan saat musim panas, di mana paparan sinar matahari cukup banyak –walaupun kasus ini cukup jarang.

 

Penyebab Seasonal Affective Disorder belum dapat dipahami sepenuhnya. Diperkirakan, terdapat berbagai faktor yang turut berkontribusi terhadap kemunculan SAD. Beberapa di antaranya adalah faktor psikologi, genetik, dan lingkungan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan depresi musiman antara lain:

  • Kurangnya sinar matahari. Pada musim dingin, siang hari semakin singkat, sehingga kadar serotonin (hormon yang mempengaruhi mood) dalam tubuh menurun.
  • Perubahan jam tidur. Pada musim dingin, waktu tidur mungkin menjadi lebih panjang karena siang hari semakin singkat, yang dapat mempengaruhi kadar hormon tubuh.

 

Nah, kemudian untuk Gejala SAD sendiri termasuk:

  • Merasa lebih sedih atau putus asa daripada biasanya
  • Merasa lebih lelah atau kurang energik
  • Menurunnya nafsu makan atau mengalami penambahan berat badan
  • Menurunnya minat pada aktivitas yang biasanya menyenangkan
  • Kurang berkonsentrasi atau sulit membuat keputusan
  • Merasa tidak terhubung dengan orang lain
  • Mengalami perubahan tidur, seperti tidur lebih banyak atau tidur kurang
  • Stres. Musim liburan dapat menjadi waktu yang stres, terutama jika Anda merasa tertekan untuk menyelesaikan banyak tugas sebelum liburan.

 

 

Untuk mencegah depresi musiman, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan antara lain menjaga pola tidur yang teratur, menjaga pola makan, dan coba tetap aktif walaupun cuaca tidak menyenangkan. Gejala Seasonal Affective Disorder umumnya akan membaik dengan sendirinya saat pergantian musim. Namun, dengan penanganan yang sesuai gejala dapat membaik dengan lebih cepat. Terapi yang umumnya disarankan adalah terapi cahaya menggunakan bright light therapy (BLT). Sering kali terapi ini diberikan dalam waktu satu jam setelah bangun di pagi hari selama 30–90 menit. Sebagai terapi awal, hal ini dapat dilakukan satu hingga dua kali seminggu.

 

Nah, jika Anda merasa sedih atau putus asa selama beberapa minggu berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau psikiater.

 

Referensi:

  1. Melrose S. Seasonal Affective Disorder: An Overview of Assessment and Treatment Approaches. Depress Res Treat. 2015;2015:178564. doi: 10.1155/2015/178564. Epub 2015 Nov 25. PMID: 26688752; PMCID: PMC4673349.
  2. National Health Service. Seasonal Affective Disorder—Symptoms. United Kingdom Government website, http://www.nhs.uk/Conditions/Seasonal-affective-disorder/Pages/Symptoms.aspx.


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Teknik Deep Breathing Relaxation: Simpel Namun Bermanfaat

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 367 kali

Deep breathing relaxation merupakan sebuah teknik pernapasan yang jika dilakukan secara maksimal, akan menstimulasi r... ..

Detail
image
Sejira

Kurang Piknik dan Dampak Negatif Bagi Jiwa Raga

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 372 kali

Dalam dunia yang semakin sibuk dan terhubung secara digital, kita seringkali merasa terjebak dalam rutinitas sehari-h... ..

Detail
image
Sejira

Leaders who care about mental health, practice this strategy

oleh R. Hardyanta, dibaca: 318 kali

In the new era of the workforce, a good leader today is a leader who understands how important mental well-being is f... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA