Apakah Kamu Sedang Lelah Mental? Kenali Dengan Baik Ciri Cirinya.
oleh R. Hardyanta, dibaca: 369 kali
Kelelahan pasti dialami setiap orang. Namun beberapa orang terkadang tidak menyadari kalau sedang mengalami Lelah Men... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 314 kali
Seasonal Affective Disorder (SAD) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan episodik depresi yang terjadi secara musiman dan berulang. Selain depresi, SAD juga bisa menggambarkan keluhan afektif lainnya. Misalnya mania atau hipomania, yang terjadi musiman. Sering kali, keadaan ini muncul pada bulan-bulan di mana paparan sinar matahari berkurang. Misalnya saat musim gugur atau musim dingin dan membaik kembali saat musim semi tiba. Meski demikian, keadaan ini juga dapat ditemukan saat musim panas, di mana paparan sinar matahari cukup banyak –walaupun kasus ini cukup jarang.
Penyebab Seasonal Affective Disorder belum dapat dipahami sepenuhnya. Diperkirakan, terdapat berbagai faktor yang turut berkontribusi terhadap kemunculan SAD. Beberapa di antaranya adalah faktor psikologi, genetik, dan lingkungan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan depresi musiman antara lain:
Nah, kemudian untuk Gejala SAD sendiri termasuk:
Untuk mencegah depresi musiman, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan antara lain menjaga pola tidur yang teratur, menjaga pola makan, dan coba tetap aktif walaupun cuaca tidak menyenangkan. Gejala Seasonal Affective Disorder umumnya akan membaik dengan sendirinya saat pergantian musim. Namun, dengan penanganan yang sesuai gejala dapat membaik dengan lebih cepat. Terapi yang umumnya disarankan adalah terapi cahaya menggunakan bright light therapy (BLT). Sering kali terapi ini diberikan dalam waktu satu jam setelah bangun di pagi hari selama 30–90 menit. Sebagai terapi awal, hal ini dapat dilakukan satu hingga dua kali seminggu.
Nah, jika Anda merasa sedih atau putus asa selama beberapa minggu berturut-turut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau psikiater.
Referensi:
oleh R. Hardyanta, dibaca: 369 kali
Kelelahan pasti dialami setiap orang. Namun beberapa orang terkadang tidak menyadari kalau sedang mengalami Lelah Men... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 297 kali
Belakangan, istilah burn-out menjadi populer di kalangan masyarakat. Istilah tersebut diciptakan pada 1970-an oleh ps... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 294 kali
Attachment theory merupakan teori yang diajukan John Bowlby dan banyak digunakan dalam perkembangan psikoana... ..