Depresi Atau Burn out? Ternyata Berbeda, Ini Penjelasannya
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 902 kali
Belakangan, istilah burn-out menjadi populer di kalangan masyarakat. Istilah tersebut diciptakan pada 1970-an oleh ps... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 986 kali
Masih banyak orang menganggap skrining atau pemeriksaan awal kesehatan mental hanya perlu dilakukan pada orang yang sudah mengalami gejala gangguan kesehatan mental. Anggapan tersebut tentu salah, karena skrining ini bisa dilakukan siapa saja tanpa harus menunggu munculnya gejala. Hal ini tidak bisa dianggap remeh karena masalah kesehatan mental yang terlambat terdeteksi bisa menyebabkan buruknya kualitas hidup, bahkan bunuh diri. Terlebih, menurut sejumlah ahli, kesehatan mental akan sangat berpengaruh pada aktivitas atau produktivitas seseorang. Bahkan, masalah kesehatan mental juga dapat mengganggu kesehatan fisik.
Manfaat skrining awal kesehatan mental pada dasarnya adalah untuk mendeteksi lebih cepat atau menentukan risiko seseorang untuk mengalami gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, gangguan suasana perasaan, gangguan makan, atau gangguan stress pascatrauma (PTSD). Semakin cepat terdeteksi, semakin baik pula efektivitas penanganan masalah kesehatan mental yang bisa diberikan oleh psikolog dan psikiater. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi atau masalah yang lebih besar akibat gangguan mental , seperti penggunaan narkoba atau ide bunuh diri bisa dicegah. Pemeriksaan dini atau skrining awal kesehatan mental juga penting untuk dilakukan pada orang-orang yang mengalami gejala-gejala berikut:
Skrining awal kesehatan mental secara berkala perlu dilakukan, apalagi bila memang ada risiko untuk mengalami gangguan mental. Skrining semacam ini tidak hanya memudahkan, tapi juga bisa membantu mereka yang mungkin masih ragu untuk berkonsultasi dengan profesional. Saat ini, skrining atau tes kesehatan mental berbasis online juga sudah bisa dengan mudah ditemukan. Meski demikian, tes semacam ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Tes kesehatan mental yang tersedia secara online biasanya juga tidak dapat digunakan sebagai acuan diagnosis, melainkan hanya memberikan gambaran umum soal kondisi seseorang.
Sumber:
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 902 kali
Belakangan, istilah burn-out menjadi populer di kalangan masyarakat. Istilah tersebut diciptakan pada 1970-an oleh ps... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 840 kali
Berpuasa merupakan suatu praktik yang telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Tidak hanya sebagai kewajiban aga... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 1087 kali
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan kesadaran bahwa kesehatan jiwa berperan penting dalam m... ..