Pengalaman Berharga. Manfaat dari Kegiatan Skrining Sehat Mental Bagi Karyawan

  • Home
  • Kesehatan Mental
  • Pengalaman Berharga. Manfaat dari Kegiatan Skrining Sehat Mental Bagi Karyawan
image

oleh R. Hardyanta, dibaca: 193 kali

Sehat mental bagi seorang karyawan yang bekerja dengan penuh semangat, menjadi bagian penting ketika dia harus menghabiskan banyak waktu untuk memberikan dan sekaligus mendapatkan yang terbaik dari tempat dimana dia bekerja. Apalagi pekerjaan itu sendiri adalah bagian penting kehidupannya, karena bukan saja menjadi penopang secara finansial namun juga menjadi pola dalam semua aktivitas hariannya.

 

Skrining gejala sehat mental bagi karyawan merupakan bentuk tanggung jawab dari manajemen sama pentingnya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan fisik secara berkala.

Berikut adalah manfaat yang dapat diperoleh, baik bagi karyawan maupun manajemen, setelah melakukan skrining sehat mental dengan menggunakan kuesioner digital.

 

1. Antusiasme karyawan untuk mengisi kuesioner sangat tinggi.

Terbukti dari rasa ingin tahu peserta yang mengikuti kuesioner. Sebagian besar mereka menggunakan gadget masing-masing, yakni telepon pintar untuk masuk ke website, mendaftar dan menjawab pertanyaan kuesioner. Banyak bertanya dan tidak ragu tentang istilah baru terkait dengan gejala-gejala yang mungkin dirasakan dan ada kaitannya dengan gangguan kesehatan mental.

 

2. Sesi pengenalan tentang sehat mental menjadi sangat menarik.

Merupakan sesi presentasi dan tanya jawab untuk memberikan pemahaman yang cukup tentang apa itu kesehatan mental, gejala awal yang mengganggu dan dampaknya terhadap tugas sehari-hari. Karyawan sebagai peserta, banyak bertanya dan juga berani untuk menyampaikan apa yang dirasakan ataupun dialami. Ini membuat diskusi menjadi lebih hidup dan seru.

 

3. Terbuka kesempatan untuk menciptakan aktivitas lanjutan yang mendorong semangat karyawan.

Dari hasil tanya jawab dan diskusi, banyak dicatat komentar serta pengalaman pribadi sebagai pelajaran untuk karyawan lainnya. Demikian juga masukan-masukan yang baik diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dapat menjadi sebuah rencana aktivitas lanjutan. Dari sini sebenarnya sudah bisa ditemukan apa yang menjadi kebutuhan karyawan terkait kesehatan mental dan sangat mungkin bisa didukung & difasilitasi oleh manajemen.

 

4. Kepedulian antar teman kerja dan juga manajemen mulai lebih terbuka.

Karyawan, oleh karena tugas dan perannya di tempat kerja, memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana situasi dan kondisi lingkungan kerja, bagaimana bekerjasama, mengenal rekan dan tim kerja mereka. Dengan diskusi terbuka yang didukung oleh tim dari klinik dan praktisi skrining sehat mental, maka karyawan juga menjadi lebih terbuka untuk mengungkapkan apa yang mereka ketahui dan butuhkan.

 

5. Gambaran awal mengenai kesehatan mental karyawan menjadi nilai tambah bagi manajemen.

Manajemen mengenal lebih lengkap tentang kesehatan mental untuk melengkapi pemahaman kesehatan fisik karyawan. Gambaran ini tentunya bisa sebagai materi untuk menentukan dukungan bagi kebutuhan karyawan, mengenali potensi dalam bekerja termasuk misalnya apakah secara mental seorang karyawan siap untuk mengambil tugas baru dan tanggung jawab lebih besar kedepan.

 

Tentunya, skrining sehat mental merupakan alat bantu yang dapat memberikan gambaran dan sebagai dasar bagi karyawan untuk lebih peduli dan mulai belajar mengelola kesehatan mentalnya dan bagi manajemen untuk lebih mendukung aktivitas maupun program yang dapat memberikan dorongan kepedulian sehat mental di lingkungan kerja.

Terbentuknya semangat kerja yang akan menjadi budaya kerja dengan sehat mental akan mendorong peningkatan kinerja dan produktivitas setiap karyawan.

 

*Diperoleh dari pengalaman melakukan skrining sehat mental untuk karyawan sebuah Perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan ventilasi dan pengaturan udara dalam ruangan. Kuesioner yang dipergunakan adalah DASS-21. Seluruh kegiatan skrining termasuk sesi pengenalan tentang kesehatan mental didampingi oleh Manajer Sumber Daya Manusia (SDM). Rangkain kegiatan dipandu oleh Dokter dan praktisi skrining sehat mental. Sesi laporan akhir untuk memberikan evaluasi, umpan balik dan usulan program lanjutan disampaikan kepada Manajer SDM dan Direktur Operasional yang membawahi seluruh karyawan yang ikut serta dalam skrining sehat mental.


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Mengenal Gangguan Kepribadian

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 296 kali

Kepribadian merupakan totalitas dan ciri perilaku serta emosi yang merupakan karakter atau ciri seseorang dalam kehid... ..

Detail
image
Sejira

Bahaya Self-Diagnosis, Dapat Memperburuk Kondisi Mental

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 258 kali

Saat ini ada lebih dari 200 bentuk penyakit mental yang dikenali, mulai dari depresi,gangguan kecemasan, skizofrenia... ..

Detail
image
Sejira

Mood Swings: Normalkah?

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 278 kali

Kadang Anda merasa sedih, kadang Anda merasa bersemangat sekali. Mungkin sekali-kali Anda menghabiskan hari-hari Anda... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA