Enam Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan Mental

image

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 374 kali

Tidak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan. Sayangnya, banyak orang belum menyadari gangguan kesehatan mental merupakan isu yang serius. Stigma negatif masih cenderung melekat pada mereka yang didiagnosis mengalami masalah kesehatan mental. Penderita gangguan mental seringkali dipandang kurang waras atau gila, sedangkan mendatangi psikolog untuk mencari bantuan merupakan aib atau tindakan yang memalukan. Padahal tidak seperti itu, pengidap gangguan mental malah seharusnya mendapat penanganan yang tepat agar bisa pulih atau menghindari kondisinya semakin buruk. Hingga saat ini, masih ada sejumlah mitos seputar kesehatan mental, di antaranya: 

 

Mitos: Jika seseorang memiliki kondisi gangguan mental, berarti orang tersebut memiliki kecerdasan yang rendah.
Fakta: Penyakit mental, seperti penyakit fisik, dapat menyerang siapa saja tanpa memandang kecerdasan, kelas sosial, atau tingkat pendapatan.

 

Mitos: Anda hanya perlu menjaga kesehatan mental jika Anda memiliki gangguan mental.
Fakta: Setiap orang dapat mengambil manfaat jika mengambil langkah-langkah aktif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan meningkatkan kesehatan mental mereka. Kesehatan mental yang baik, dapat produktivitas kerja dan sosial, serta kondisi fisik yang lebih sehat.

 

Mitos: Gangguan mental tidak terjadi pada anak dan remaja. Mereka hanya mengalami perubahan suasana hati yang disebabkan oleh fluktuasi hormonal dan bertindak karena keinginan untuk diperhatikan.
Fakta: Empat belas persen remaja dunia mengalami masalah kesehatan mental. Secara global, di antara mereka yang berusia 10–15 tahun, bunuh diri adalah penyebab kematian paling umum kelima, dan untuk remaja berusia 15–19 tahun itu adalah penyebab paling umum keempat. Setengah dari semua kondisi kesehatan mental dimulai pada usia 14 tahun.

 

Mitos: Kondisi gangguan mental adalah tanda kelemahan; jika orang itu lebih kuat, mereka tidak akan memiliki kondisi ini.
Fakta: Kondisi kesehatan mental tidak ada hubungannya dengan lemah atau kurang kemauan seseorang. Gangguan mental bukan kondisi yang dipilih orang untuk dimiliki atau tidak dimiliki. Faktanya, mengenali kebutuhan untuk menerima bantuan untuk kondisi kesehatan mental membutuhkan kekuatan dan keberanian yang besar. Siapapun dapat mengalami gangguan mental.

 

Mitos: Remaja yang mendapatkan nilai bagus dan memiliki banyak teman tidak akan memiliki kondisi gangguan mental karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Fakta: Depresi adalah kondisi kesehatan mental umum yang dihasilkan dari interaksi kompleks faktor sosial, psikologis, dan biologis. Depresi dapat mempengaruhi siapa saja terlepas dari status sosial ekonomi mereka atau seberapa baik kehidupan mereka terlihat pada nilai nominal. Orang-orang muda yang berprestasi di sekolah mungkin merasakan tekanan untuk berhasil, yang dapat menyebabkan kecemasan, atau mereka mungkin memiliki tantangan di rumah. Mereka mungkin juga mengalami depresi atau kecemasan tanpa alasan yang dapat dengan mudah diidentifikasi.

 

Mitos: Pola asuh yang buruk menyebabkan kondisi mental pada remaja.
Fakta: Banyak faktor – termasuk kemiskinan, pengangguran, dan paparan kekerasan, migrasi, dan keadaan dan kejadian buruk lainnya – dapat memengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mental remaja, pengasuh mereka, dan hubungan di antara mereka. Remaja dari rumah yang penuh kasih dan mendukung dapat mengalami kesulitan kesehatan mental. Dengan dukungan, pengasuh dapat memainkan peran penting dalam membantu remaja untuk mengatasi setiap masalah yang mereka alami.

 

Stigmatisasi terhadap orang-orang dengan masalah gangguan mental masih sering terjadi. Anda bisa membantu menghilangkan stigma tersebut dengan tidak menganggap kesehatan mental sebagai hal yang tidak tabu atau perlu disembunyikan. Apabila Anda merasa keluarga, teman, atau bahkan diri sendiri memiliki gejala dari gangguan mental, tidak perlu malu untuk menemui psikolog atau memanfaatkan layanan konseling daring yang kini semakin banyak.

 

Sumber:

  1. UNICEF Parenting. Busted: 7 myths about mental health.. Retrieved October 8, 2022, from https://www.unicef.org/parenting/health/busted-7-myths-about-mental-health
  2. MentalHealth.gov. Mental health myths and facts.. Retrieved October 8, 2022, from https://www.mentalhealth.gov/basics/mental-health-myths-facts


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Attachment : Teori Penting Dari dan Dalam Hubungan Keluarga

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 294 kali

Attachment theory merupakan teori yang diajukan John Bowlby dan banyak digunakan dalam perkembangan psikoana... ..

Detail
image
Sejira

Mood Swings: Normalkah?

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 280 kali

Kadang Anda merasa sedih, kadang Anda merasa bersemangat sekali. Mungkin sekali-kali Anda menghabiskan hari-hari Anda... ..

Detail
image
Sejira

Apakah Kamu Sedang Lelah Mental? Kenali Dengan Baik Ciri Cirinya.

oleh R. Hardyanta, dibaca: 371 kali

Kelelahan pasti dialami setiap orang. Namun beberapa orang terkadang tidak menyadari kalau sedang mengalami Lelah Men... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA