Pekerja yang Sehat Mental, Baik untuk Bisnis

image

oleh R. Hardyanta, dibaca: 343 kali

Semua pelaku usaha, pemilik, pekerja termasuk keluarganya sangat rentan mengalami gangguan mental, apalagi menyangkut isu yang muncul karena tekanan keuangan dan kelelahan mengejar komitmen batas waktu sampai kepada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan pengelolaan karyawan.

Stress, seperti halnya gangguan mental, sangat umum terjadi di lingkungan kerja, namun bila dibiarkan terjadi terus menerus tanpa adanya upaya untuk mengatasinya, dapat mengakibatkan pengaruh kepada kondisi fisik dan kesehatan mental, termasuk didalamnya depresi dan kecemasan.

 

Telah banyak diketahui, bahwa depresi menyebabkan penurunan produktivitas kerja, dan berita baiknya depresi dapat diatasi dan dipulihkan. Dengan penanganan yang tepat, seperti perhatian kepada masalah mental ditempat kerja, aktivitas untuk peduli, membangun ketrampilan, pengelolaan tugas sesuai kemampuan dan termasuk konseling, terapi sampai pengobatan; dilaporkan dari berbagai riset telah berhasil membuat sebagian besar karyawan mengalami peningkatan dalam hal efektivitas dan kepuasan kerja.

 

Menurut Philip G. Levendusky, PhD, ABPP, Direktur Departemen Psikologi Department di McLean Hospital dan juga anggota fakultas Harvard Medical School bahwa “Menangani kesehatan mental karyawan adalah “cost-effective” bagi pemilik usaha dan bermanfaat besar bagi karyawan”. Bila karyawan mendapatkan penanganan yang efektif, maka hasilnya akan menurunkan biaya pengobatan, menaikkan produktivitas, menurunkan angka ketidakhadiran dan menurunkan biaya disabilitas.

Sebuah studi, yang dipublikasikan di JAMA Network Open, menemukan bahwa manfaat kesehatan mental secara online & komprehensif yang disponsori oleh pemberi pekerjaan memberikan dampak pada hari kerja yang hilang 25% lebih rendah dan meningkatnya produktivitas sebesar 24%.

 

Dalam hal ini, yang diperlukan bukanlah melakukan diagnosa kepada karyawan, namun lebih kepada melakukan edukasi, mempraktekan kebiasaan sehat mental, menciptakan budaya yang peduli sehat mental, sampai kepada bantuan professional bila diperlukan.

Melakukan banyak dialog antar karyawan dan dengan atasan, tentang stress dan mengenai kesehatan mental sehingga akhirnya menjadi hal yang normal dalam setiap percakapan di lingkungan kerja.

 

Sumber bacaan:

  1. https://www.mcleanhospital.org/essential/what-employers-need-know-about-mental-health-workplace#
  2. https://fortune.com/well/2022/06/09/workplace-mental-health-benefits-can-reduce-sick-days-increase-productivity-provide-savings-for-employers/
  3. https://hrmasia.com/deteriorating-mental-health-impacting-workplace-productivity-in-asia/


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Mengenal Gaslighting : Teknik Manipulasi Berbahaya

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 305 kali

Beberapa tahun belakangan, kata gaslighting mulai sering mencuat dalam keseharian. Gaslighting send... ..

Detail
image
Sejira

Kamu Lelah Mental atau Lelah Fisik? Coba Cek dengan Kuesioner FAS

oleh R. Hardyanta, dibaca: 673 kali

Kamu tentu sudah mengetahui sebelumnya tentang ciri dan tanda dari seseorang yang sedang mengalami Lelah Ment... ..

Detail
image
Sejira

Seni Kreatif Meningkatkan Kesehatan Mental

oleh R. Hardyanta, dibaca: 291 kali

Seni yang kreatif dapat digunakan untuk mendorong meningkatkan kesehatan mental seseorang dengan berbagai cara. Bahka... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA