Mengenal Kesehatan Mental dan Tanda-Tanda Gangguannya
oleh dr. Emilya Kusnaidi, dibaca: 274 kali
Kesehatan mental mungkin kerap luput dari perhatian. Padahal, kondisi mental yang sehat menjadi salah satu kunci untu... ..
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 306 kali
Beberapa tahun belakangan, kata gaslighting mulai sering mencuat dalam keseharian. Gaslighting sendiri adalah sebuah teknik manipulasi yang digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa mereka salah atau gila. Orang yang menggunakan teknik ini sering disebut sebagai gaslighter. Gaslighting biasanya dilakukan oleh orang yang ingin mengendalikan atau mempengaruhi orang lain dengan cara merusak kepercayaan mereka pada diri sendiri. Teknik ini sering kali dilakukan dalam hubungan romantis, namun bisa juga terjadi di dalam keluarga, di tempat kerja, atau di lingkungan sosial lainnya.
Salah satu cara gaslighting dilakukan adalah dengan menimbulkan rasa keraguan pada korban. Gaslighter akan mengajak korban untuk berdiskusi tentang sesuatu yang sudah terjadi, namun gaslighter akan mengubah fakta atau menyembunyikan informasi penting untuk meyakinkan korban bahwa apa yang mereka ingat tidak benar. Misalnya, gaslighter mungkin akan mengatakan bahwa sesuatu yang sebenarnya terjadi pada hari Senin ternyata terjadi pada hari Selasa, atau menyebutkan bahwa sesuatu yang sebenarnya dilakukan oleh orang lain adalah merupakan kesalahan dari korban.
Banyak orang yang mengalami gaslighting mungkin tidak bahkan sadar bahwa mereka sedang diperalat oleh orang lain. Teknik ini bisa sangat halus, sehingga orang yang menjadi korban mungkin merasa bahwa mereka hanya lupa atau tidak yakin tentang sesuatu. Namun, dalam banyak kasus, gaslighting bisa menyebabkan kerusakan yang serius pada kepercayaan diri dan mental korban. Nah, untuk menghadapi seorang gaslighter, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Nah, apabila anda belum dapat mengatasinya, Anda dapat mencari bantuan dari profesional. Apabila anda mulai merasa tertekan dan berdampak pada kehidupan sehari-hari Anda, baiknya segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menanggulangi hal tersebut
Referensi
oleh dr. Emilya Kusnaidi, dibaca: 274 kali
Kesehatan mental mungkin kerap luput dari perhatian. Padahal, kondisi mental yang sehat menjadi salah satu kunci untu... ..
oleh R. Hardyanta, dibaca: 65 kali
In the hustle and bustle of modern life, sleep is often one of the first things we sacrifice. Yet, it plays an essent... ..
oleh R. Hardyanta, dibaca: 349 kali
Sebuah keniscayaan, teknologi digital telah mempengaruhi bagaimana industri kesehatan sudah sedemkian maju dan berke... ..