Pekerja yang Sehat Mental, Baik untuk Bisnis

image

oleh R. Hardyanta, dibaca: 1003 kali

Semua pelaku usaha, pemilik, pekerja termasuk keluarganya sangat rentan mengalami gangguan mental, apalagi menyangkut isu yang muncul karena tekanan keuangan dan kelelahan mengejar komitmen batas waktu sampai kepada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan pengelolaan karyawan.

Stress, seperti halnya gangguan mental, sangat umum terjadi di lingkungan kerja, namun bila dibiarkan terjadi terus menerus tanpa adanya upaya untuk mengatasinya, dapat mengakibatkan pengaruh kepada kondisi fisik dan kesehatan mental, termasuk didalamnya depresi dan kecemasan.

 

Telah banyak diketahui, bahwa depresi menyebabkan penurunan produktivitas kerja, dan berita baiknya depresi dapat diatasi dan dipulihkan. Dengan penanganan yang tepat, seperti perhatian kepada masalah mental ditempat kerja, aktivitas untuk peduli, membangun ketrampilan, pengelolaan tugas sesuai kemampuan dan termasuk konseling, terapi sampai pengobatan; dilaporkan dari berbagai riset telah berhasil membuat sebagian besar karyawan mengalami peningkatan dalam hal efektivitas dan kepuasan kerja.

 

Menurut Philip G. Levendusky, PhD, ABPP, Direktur Departemen Psikologi Department di McLean Hospital dan juga anggota fakultas Harvard Medical School bahwa “Menangani kesehatan mental karyawan adalah “cost-effective” bagi pemilik usaha dan bermanfaat besar bagi karyawan”. Bila karyawan mendapatkan penanganan yang efektif, maka hasilnya akan menurunkan biaya pengobatan, menaikkan produktivitas, menurunkan angka ketidakhadiran dan menurunkan biaya disabilitas.

Sebuah studi, yang dipublikasikan di JAMA Network Open, menemukan bahwa manfaat kesehatan mental secara online & komprehensif yang disponsori oleh pemberi pekerjaan memberikan dampak pada hari kerja yang hilang 25% lebih rendah dan meningkatnya produktivitas sebesar 24%.

 

Dalam hal ini, yang diperlukan bukanlah melakukan diagnosa kepada karyawan, namun lebih kepada melakukan edukasi, mempraktekan kebiasaan sehat mental, menciptakan budaya yang peduli sehat mental, sampai kepada bantuan professional bila diperlukan.

Melakukan banyak dialog antar karyawan dan dengan atasan, tentang stress dan mengenai kesehatan mental sehingga akhirnya menjadi hal yang normal dalam setiap percakapan di lingkungan kerja.

 

Sumber bacaan:

  1. https://www.mcleanhospital.org/essential/what-employers-need-know-about-mental-health-workplace#
  2. https://fortune.com/well/2022/06/09/workplace-mental-health-benefits-can-reduce-sick-days-increase-productivity-provide-savings-for-employers/
  3. https://hrmasia.com/deteriorating-mental-health-impacting-workplace-productivity-in-asia/


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Cara Mengetahui Tanda-Tanda Stres Yang Mungkin Sedang Kamu Alami.

oleh R. Hardyanta, dibaca: 7546 kali

Kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS-21) adalah kuesioner untuk menilai depresi, rasa cemas dan stress... ..

Detail
image
Sejira

How important is good quality sleep in today's modern lifestyle for a man?

oleh R. Hardyanta, dibaca: 959 kali

Men who prioritize sleep experience improved physical and mental health, enhanced performance, and greater ov... ..

Detail
image
Sejira

Karya Seni NFT Sebagai Media Untuk Meningkatkan Kesadaran Tentang Kesehatan Mental

oleh R. Hardyanta, dibaca: 494 kali

Manfaat bagi semua orang yang peduli, terlebih bagi para artis kreator, komunitas, dan pendukung kepedulian t... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA