Mengatasi Pikiran Negatif

image

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 273 kali

Semua orang sesekali mendapati dirinya memiliki pikiran negatif dari waktu ke waktu dan mengacaukan suasana hati. Baik itu terkait pekerjaan Anda, kehidupan sosial, keluarga, atau sesuatu yang sama sekali berbeda, terkadang pikiran negatif bisa menjadi beban yang berlebihan. Meskipun kerap terjadi, pikiran negatif seringkali dianggap enteng dan tidak berbahaya padahal beberapa studi menunjukkan bahwa ketika mengalami pikiran negatif terus menerus, Anda dapat mengalami penurunan suasana perasaan berkelanjutan yang dapat menyebabkan depresi, kecemasan, atau masalah emosional bahkan masalah fisik lainnya. Menggunakan kata-kata seperti tidak pernah atau selalu -- "Akan selalu seperti ini," atau "Saya tidak akan pernah menjadi baik" – adalah salah satu tanda bahaya. Ketika pikiran negatif tersebut mempengaruhi hubungan Anda, pekerjaan Anda, dan mengarahkan Anda untuk melakukan hal-hal yang berbahaya seperti penggunaan alkohol atau narkoba, mungkin Anda harus mengatasinya dan berkonsultasi dengan profesional.

Cara Meredakan Pikiran Negatif

Ada beberapa cara untuk membantu mematahkan pemikiran negatif. Banyak metode yang dapat Anda lakukan seperti terapi perilaku kognitif (CBT), yaitu pengobatan yang berfokus pada cara mengubah cara berpikir dan berperilaku yang tidak sehat. Pada dasarnya, terapi membantu tentang cara kita mengolah pikiran. Seorang psikolog atau psikiater dapat membantu Anda. Sementara itu, anda juga dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi pikiran negatif anda, misalnya seperti:

1. Mengakui emosi Anda

Mungkin Anda merasa sedih karena kematian orang yang dicintai atau diberhentikan dari pekerjaan. Ketika hal buruk terjadi, Anda harus menyadari bahwa memiliki pikiran negatif itu wajar.

2. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi pemikiran.

Pisahkan pikiran yang paling menyusahkan dan memahami implikasi dari cara Anda berpikir. Perlakukan pikiran sebagai objek yang ditelaah sehingga Anda dapat menilainya secara objektif.

3. Melalukan evaluasi emosi

  Dengan berusaha menjadi jelas dan rasional, Anda mungkin dapat mendapatkan wawasan baru. Singkirkan pikiran negatif, meski hanya sesaat.  Mengeluarkan emosi dari pikiran negatif tersebut mungkin dapat membantu Anda mendapatkan perspektif yang berbeda.

4. Melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Anda dapat mencoba untuk melihat sebuah pemikiran dari sudut pandang yang berbeda. Ketika Anda melakukan hal ini, mungkin Anda akan menyadari bahwa suatu kondisi yang kurang menguntungkan dapat membangun karakter, ketangguhan datang dari kehilangan, dan kebaikan bisa datang dari rasa sakit.

5. Melakukan pengalihan pikiran

Pengalihan perhatian seperti berolahraga, membaca, mengerjakan teka-teki, bertemu dengan teman-teman -- sekadar mencoba menjernihkan pikiran dari masalah yang memengaruhinya -- tentu saja merupakan salah satu cara. Menuliskan sesuatu, suatu bentuk mengklarifikasi pikiran Anda, adalah hal lain.   Teman dan anggota keluarga juga dapat membantu dengan tetap terhubung dengan Anda dan memberikan dukungan  Tentu saja, bantuan profesional selalu menjadi pilihan. Kunci untuk memadamkan pikiran negatif yang berbahaya mungkin lebih pada cara kita berpikir, daripada apa yang kita pikirkan.  

 

Referensi

1. Trick L, Watkins E, Windeatt S, Dickens C. The association of perseverative negative thinking with depression, anxiety and emotional distress in people with long term conditions: A systematic review. J Psychosom Res. 2016;91:89-101. doi:10.1016/j.jpsychores.2016.11.004

2. Kertz SJ, Koran J, Stevens KT, Björgvinsson T. Repetitive negative thinking predicts depression and anxiety symptom improvement during brief cognitive behavioral therapy. Behav Res Ther. 2015;68:54-63. doi:10.1016/j.brat.2015.03.006


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

5 Potential Health Benefits You Can Get From Acupressure Therapy

oleh R. Hardyanta, dibaca: 386 kali

Acupressure has been used for thousands of years as a healing therapy for a variety of symptoms and diseases. In TCM... ..

Detail
image
Sejira

Work-related Stress. Do you recognize its signs & causes?

oleh R. Hardyanta, dibaca: 368 kali

Content

  1. What is stress?
  2. Signs of stress
  3. Spotting the signs of str... ..

    Detail
image
Sejira

Pentingnya Keluarga Sebagai Support System Dalam Menghadapi Masalah Kesehatan Jiwa

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 267 kali

Keluarga adalah bagian penting dari kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang kita cintai, dan yang memainkan pe... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA