Work-related Stress. Do you recognize its signs & causes?
oleh R. Hardyanta, dibaca: 365 kali
Content
- What is stress?
- Signs of stress
- Spotting the signs of str... ..
Detail
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 271 kali
Semua orang sesekali mendapati dirinya memiliki pikiran negatif dari waktu ke waktu dan mengacaukan suasana hati. Baik itu terkait pekerjaan Anda, kehidupan sosial, keluarga, atau sesuatu yang sama sekali berbeda, terkadang pikiran negatif bisa menjadi beban yang berlebihan. Meskipun kerap terjadi, pikiran negatif seringkali dianggap enteng dan tidak berbahaya padahal beberapa studi menunjukkan bahwa ketika mengalami pikiran negatif terus menerus, Anda dapat mengalami penurunan suasana perasaan berkelanjutan yang dapat menyebabkan depresi, kecemasan, atau masalah emosional bahkan masalah fisik lainnya. Menggunakan kata-kata seperti tidak pernah atau selalu -- "Akan selalu seperti ini," atau "Saya tidak akan pernah menjadi baik" – adalah salah satu tanda bahaya. Ketika pikiran negatif tersebut mempengaruhi hubungan Anda, pekerjaan Anda, dan mengarahkan Anda untuk melakukan hal-hal yang berbahaya seperti penggunaan alkohol atau narkoba, mungkin Anda harus mengatasinya dan berkonsultasi dengan profesional.
Cara Meredakan Pikiran Negatif
Ada beberapa cara untuk membantu mematahkan pemikiran negatif. Banyak metode yang dapat Anda lakukan seperti terapi perilaku kognitif (CBT), yaitu pengobatan yang berfokus pada cara mengubah cara berpikir dan berperilaku yang tidak sehat. Pada dasarnya, terapi membantu tentang cara kita mengolah pikiran. Seorang psikolog atau psikiater dapat membantu Anda. Sementara itu, anda juga dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi pikiran negatif anda, misalnya seperti:
1. Mengakui emosi Anda
Mungkin Anda merasa sedih karena kematian orang yang dicintai atau diberhentikan dari pekerjaan. Ketika hal buruk terjadi, Anda harus menyadari bahwa memiliki pikiran negatif itu wajar.
2. Mengidentifikasi dan mengklarifikasi pemikiran.
Pisahkan pikiran yang paling menyusahkan dan memahami implikasi dari cara Anda berpikir. Perlakukan pikiran sebagai objek yang ditelaah sehingga Anda dapat menilainya secara objektif.
3. Melalukan evaluasi emosi
Dengan berusaha menjadi jelas dan rasional, Anda mungkin dapat mendapatkan wawasan baru. Singkirkan pikiran negatif, meski hanya sesaat. Mengeluarkan emosi dari pikiran negatif tersebut mungkin dapat membantu Anda mendapatkan perspektif yang berbeda.
4. Melihat dari sudut pandang yang berbeda.
Anda dapat mencoba untuk melihat sebuah pemikiran dari sudut pandang yang berbeda. Ketika Anda melakukan hal ini, mungkin Anda akan menyadari bahwa suatu kondisi yang kurang menguntungkan dapat membangun karakter, ketangguhan datang dari kehilangan, dan kebaikan bisa datang dari rasa sakit.
5. Melakukan pengalihan pikiran
Pengalihan perhatian seperti berolahraga, membaca, mengerjakan teka-teki, bertemu dengan teman-teman -- sekadar mencoba menjernihkan pikiran dari masalah yang memengaruhinya -- tentu saja merupakan salah satu cara. Menuliskan sesuatu, suatu bentuk mengklarifikasi pikiran Anda, adalah hal lain. Teman dan anggota keluarga juga dapat membantu dengan tetap terhubung dengan Anda dan memberikan dukungan Tentu saja, bantuan profesional selalu menjadi pilihan. Kunci untuk memadamkan pikiran negatif yang berbahaya mungkin lebih pada cara kita berpikir, daripada apa yang kita pikirkan.
Referensi
1. Trick L, Watkins E, Windeatt S, Dickens C. The association of perseverative negative thinking with depression, anxiety and emotional distress in people with long term conditions: A systematic review. J Psychosom Res. 2016;91:89-101. doi:10.1016/j.jpsychores.2016.11.004
2. Kertz SJ, Koran J, Stevens KT, Björgvinsson T. Repetitive negative thinking predicts depression and anxiety symptom improvement during brief cognitive behavioral therapy. Behav Res Ther. 2015;68:54-63. doi:10.1016/j.brat.2015.03.006
oleh R. Hardyanta, dibaca: 365 kali
Content
oleh Roman, dibaca: 291 kali
Now, let’s get more specific on how you will do as a freelance manager.
oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 284 kali
Dalam kehidupan yang sibuk dan sering kali penuh tekanan, seringkali sulit untuk menemukan waktu untuk diri sendiri.... ..