Mindful Parenting

image

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 242 kali

Parenting atau pengasuhan adalah segala tindakan yang menjadi bagian dalam proses interaksi dan berlangsung terus menerus, serta mempengaruhi bukan hanya bagi anak tapi juga orangtua, dengan tujuan melindungi, merawat, mengajari, mendisiplinkan dan memberi panduan.  Proses panjang dalam pengasuhan tersebut merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi orangtua dan memiliki dampak terhadap perkembangan anak. Tidak jarang pengalaman orangtua memunculkan rasa bahagia, haru, dan penuh dengan antusias dalam menghadapi perilaku anak. Namun, terkadang juga ada tekanan yang dialami orangtua dalam mengahadapi perilaku yang sulit dari anak, sehingga memunculkan perasaan khawatir, kecemasan, stress sampai pada gejala depresi. Hal inilah yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas pengasuhan orangtua terhadap anak.

 

Pengasuhan memang menuntut orangtua memiliki komitmen dalam keterlibatan untuk mengasuh anak, kesediaan waktu dalam kualitas komunikasi, proses pendampingan pada anak, dan menciptakan lingkungan yang hangat dan harmonis bagi. Kondisi tersebut mengharuskan orangtua untuk melakukan pendampingan terhadap anak dengan penuh kasih sayang, mendengarkan dengan baik, dan tidak mudah menghakimi dalam setiap perilaku anak, artinya menerima anak tanpa syarat. Pengasuhan yang dimaksud bisa dikembangkan melalui pendekatan mindful parenting.

 

Apa yang dimaksud dengan mindful parenting?

Mindful parenting adalah pengasuhan yang dilakukan dengan penuh kesadaran untuk hadir dan bertindak dengan bijaksana terhadap terhadap anak serta focus pada kebutuhan anak. Dengan mindful parenting orangtua memungkinkan untuk memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan anak dengan lebih jelas dan mempercayai diri serta hati sendiri, sehingga proses pengasuhan tidak hanya sebuah rutinitas mengasuh anak, namun bagaimana keterlibatan kesadaran dalam pengasuhan adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan mempraktekkan mindful parenting, dapat mengurangi praktik pengasuhan yang negatif melalui penggunaan strategi pengasuhan yang lebih efektif dengan meningkatkan rasa percaya dan berbagai emosional antara orangtua-anak.Mindful parenting memperluas konsep kesadaran pada interaksi orangtua-anak, yang terdiri dari lima elemen utama, yaitu: mendengarkan dengan penuh perhatian, pengaturan diri dalam hubungan orangtua-anak, kesadaran emosional diri terhadap anak, penerimaan tidak menghakimi diri sendiri dan anak, dan kasih sayang untuk diri sendiri dan anak.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi mindful parenting?

Ada tiga faktor penentu mindful parenting yaitu: karakteristik orangtua, karakteristik anak dan karakteristik kontekstual:

1). Karakteristik orangtua: meliputi demografi (misalnya; tingkat pendidikan), kepribadian (misalnya; kecemasan, stress dan depresi), sikap (misal; gaya pengasuhan, keterikatan atau attachment) dan keyakinan (misalnya; rasa bersyukur).

2) Karakteristik anak: meliputi tempramen, jenis kelamin dan kesadaran.

3) Karakteristik kontekstual: meliputi kualitas komunikasi antara orangtua-anak dan self-disclosure.

 

Dari beberapa studi yang sudah ada, mindful parenting mampu meningkatkan kualitas hubungan orangtua-anak, sehingga hal tersebut akan menurunkan gejala kecemasan dan faktor resiko bagi perilaku anak utamanya diusia remaja serta meningkatkan kesejahteraan psikologisnya.

 

Menjadi orang tua yang penuh perhatian berarti Anda memperlihatkan tentang apa yang Anda rasakan, bukan berarti Anda harus marah-marah ketika anak melakukan sebuah kesalahan atau Anda dilarang untuk marah. Tetapi bagaimana cara memberikan respons yang tepat terhadap anak tanpa harus melakukan kekerasan.

 

Orang tua menjadi lebih sadar dengan perasaan dan pikiran, menjadi tanggap terhadap kebutuhan, pikiran dan apa yang diinginkan anak, bisa mengatur emosi, tidak terlalu keras pada diri sendiri dan anak, lebih baik dalam menahan diri dalam situasi buruk dan menghindari reaksi impulsif, dan hubungan Anda dengan si kecil jadi lebih dekat.

Bagaimana, tertarik untuk melakukan teknik pengasuhan ini?


Kembali

Artikel Lainnya

Sejira

Pentingnya “Me Time” untuk Meningkatkan Kualitas Diri

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 284 kali

Dalam kehidupan yang sibuk dan sering kali penuh tekanan, seringkali sulit untuk menemukan waktu untuk diri sendiri.... ..

Detail
image
Sejira

Manfaat Liburan Bagi Kesehatan Mental: Menjaga Keseimbangan Jiwa

oleh dr. Emilya Kusnaidi, SpKJ, dibaca: 269 kali

Liburan adalah waktu yang dinanti-nanti oleh banyak orang. Liburan merupakan periode di mana seseorang dapat berangka... ..

Detail
image
Sejira

Warna & Mewarnai Membantu Meningkatkan Kesehatan Mental

oleh R. Hardyanta, dibaca: 283 kali

Masih ingat dulu masih kecil, ketika mulai belajar mewarnai?

Mewarnai itu sangat menyenangkan dan membuat hat... ..

Detail
image
SEJIRA
SEJIRA